Indocement mencatatkan kinerja yang solid pada semester pertama 2026 seiring membaiknya permintaan semen di pasar domestik. Didukung oleh pemulihan aktivitas konstruksi dan kondisi cuaca yang kondusif, perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan pada sejumlah indikator bisnis utama.
Selama enam bulan pertama tahun ini, volume penjualan semen dan klinker Indocement mencapai 9,56 juta ton atau meningkat 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut turut memperkuat posisi perusahaan di industri semen nasional dengan pangsa pasar domestik mencapai 28,1%. Pertumbuhan volume penjualan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan bersih perusahaan yang meningkat 5,2% menjadi Rp8,45 triliun.
Dari sisi profitabilitas, laba usaha tumbuh 12,7%, sementara EBITDA meningkat 12,5% dibandingkan Semester I 2025. Laba periode berjalan juga mencatat kenaikan yang lebih tinggi, yakni 19,2% menjadi Rp589,6 miliar.
Selain mencatat pertumbuhan kinerja, Indocement tetap menjaga fundamental keuangan yang kuat. Hingga 30 Juni 2026, perusahaan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp3,9 triliun yang memberikan fleksibilitas untuk menghadapi tantangan pasar sekaligus mendukung peluang pertumbuhan di masa mendatang.
Memasuki semester kedua, Indocement tetap optimistis dengan tetap mengedepankan kehati-hatian. Perusahaan akan terus fokus pada efisiensi operasional, pengelolaan biaya, serta penciptaan nilai jangka panjang guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan pembangunan nasional.





