Sebanyak 34 siswa beserta guru pendamping dari Jurusan Teknik Alat Berat SMKS Tunggal Prakarsa Tarjun mengikuti kegiatan studi industri dan outing class di PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Kompleks Pabrik Tarjun pada 13 Juli hingga 24 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Melalui pembelajaran langsung di lingkungan kerja, para siswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus memahami penerapan kompetensi teknik alat berat dalam kegiatan operasional industri.
Rombongan disambut oleh HCGAS Department Head Indocement, Yanuar Arif. Dalam kunjungan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai profil perusahaan, budaya kerja, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Indocement.
Selanjutnya, peserta didampingi oleh tim Training menuju Technical Service Department dan disambut oleh Technical Service Department Head, Ricko Achmadi Putra, beserta jajaran.
Pada sesi pembelajaran teknis, para siswa mempelajari berbagai materi yang berkaitan dengan alat berat. Materi tersebut mencakup pengenalan peralatan kerja, dasar-dasar mesin, peralatan bengkel, sistem mesin dan kelistrikan, mesin diesel, serta sistem hidrolik dan pneumatik.
Tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, peserta juga mengikuti praktik yang berkaitan dengan perbaikan mesin dan kelistrikan. Mereka mempelajari dasar 5R dan contaminant serta pengaruhnya terhadap kinerja alat berat, prinsip kerja motor bakar bensin dan diesel, serta fungsi komponen utama dalam sistem hidrolik dan pneumatik.
Para siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai perawatan dan perbaikan unit alat berat. Pembelajaran tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal secara lebih dekat aspek teknis yang akan mereka temui di dunia kerja.
Selain mengikuti pembelajaran di Technical Service Department, para siswa berkesempatan melihat secara langsung berbagai fasilitas pendukung operasional pabrik. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan teori yang telah dipelajari di sekolah dalam lingkungan industri.
Melalui kegiatan ini, Indocement turut mendukung penguatan kompetensi siswa pendidikan vokasi agar memiliki wawasan dan pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia industri. Bagi para peserta, pengalaman belajar langsung di lingkungan kerja diharapkan dapat meningkatkan motivasi untuk mengembangkan kompetensi serta mempersiapkan diri menghadapi Praktik Kerja Industri (Prakerin).
Indocement merupakan salah satu perusahaan yang berpartisipasi dalam program Pendidikan Vokasi Industri yang dicanangkan pemerintah untuk memperkuat sinergi dan link and match antara dunia industri dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Sejalan dengan perkembangan industri manufaktur, Indocement juga terus melakukan modernisasi dalam proses produksi untuk meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat nasional maupun regional. Penerapan Industri 4.0 membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, disiplin, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.





