Indocement menegaskan bahwa jarak bukanlah penghalang untuk memastikan kepatuhan terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh fasilitas operasionalnya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan langsung Direktur Indocement, Troy D. Soputro, ke Terminal Semen Siawung di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, dan Terminal Semen Bali.
Bagi Indocement, penerapan K3 yang konsisten tidak hanya bertujuan melindungi pekerja dan mitra kerja, tetapi juga menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kelancaran operasional terminal semen. Lingkungan kerja yang aman, fasilitas yang laik, serta kepatuhan terhadap prosedur operasi standar akan membantu meminimalkan risiko insiden dan gangguan operasional sehingga kegiatan penerimaan, penyimpanan, pengemasan, dan distribusi semen dapat berjalan dengan baik.
Kegiatan ini merupakan bentuk penerapan visible felt leadership (VFL), yaitu kepemimpinan yang diwujudkan melalui kehadiran dan keterlibatan langsung pimpinan di area operasional. Melalui pendekatan tersebut, jajaran Direksi dapat melihat kondisi nyata di lapangan, berdialog dengan pekerja, serta memastikan bahwa standar operasional dan K3 diterapkan secara konsisten.
Dalam kunjungan ke Terminal Semen Siawung pada 17 September 2026, Direktur Indocement Troy D. Soputro didampingi oleh Distribution Network Division Manager, Andi Poernomo; Region 2 Terminal & Warehouse Department Head, Sadikin Tanudjaja; Vice General Manager Maros, Sulaiman Samudra; serta perwakilan Safety, Health, and Environment Distribution Network Division (SHE DND), Josian Andre. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Tim Operasional Terminal Semen Siawung.
Terminal Semen Siawung memiliki dua silo berkapasitas masing-masing 10.000 ton. Terminal ini juga dilengkapi dengan tiga fasilitas packer, fasilitas pemuatan truk atau truck loader, serta lima dermaga yang terdiri atas tiga dermaga untuk semen kantong dan dua dermaga untuk semen curah. Fasilitas tersebut berperan penting dalam mendukung kelancaran distribusi semen, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Sulawesi Selatan dan wilayah sekitarnya.
Dalam inspeksi tersebut, rombongan meninjau sejumlah titik penting operasional, mulai dari sistem sirkulasi dan pengelolaan lalu lintas, bengkel, area penyimpanan bahan berbahaya dan beracun (B3) serta limbah B3, area packer, gudang penyimpanan kantong semen, motor control center room, central control room operator, hingga area dermaga terminal.
Kunjungan serupa juga dilakukan di Terminal Semen Bali. Terminal yang telah beroperasi sejak Mei 2026 tersebut memiliki dua silo semen berkapasitas masing-masing 150 ton untuk melayani kebutuhan semen curah pelanggan. Dalam kegiatan ini, Direktur Indocement didampingi oleh Distribution Network Division Manager, Andi Poernomo; Region 1 Terminal & Warehouse Department Head, Sadikin Tanudjaja; serta perwakilan SHE DND, Josian Andre. Kegiatan juga diikuti oleh Tim Terminal Semen Bali dan PT Pionirbeton Industri (PBI) Batching Plant Bali.
Peninjauan di Terminal Semen Bali mencakup kelayakan sarana dan prasarana K3, kepatuhan terhadap prosedur operasi standar, penerapan clean site safe site, lock out tag out try out (LOTOTO), keamanan penyimpanan dan penggunaan peralatan kerja, keselamatan berkendara, serta pengelolaan lalu lintas di area terminal. Tim juga memeriksa kelayakan truk pengangkut dan kesiapan fisik pengemudi melalui penerapan fit to work.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas, Direktur Indocement dan jajaran manajemen mengadakan safety conversation bersama para pekerja. Dialog langsung tersebut menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi bahaya, mendengarkan kendala operasional, memperkuat pemahaman mengenai K3, serta memberikan apresiasi atas berbagai perbaikan yang telah dilakukan oleh pengelola terminal.
Sejumlah kondisi tidak aman yang ditemukan selama inspeksi menjadi catatan perbaikan konstruktif untuk segera ditindaklanjuti melalui tindakan korektif. Tindak lanjut tersebut merupakan bagian dari pengendalian potensi bahaya, pencegahan insiden, dan upaya memastikan seluruh fasilitas terminal memenuhi standar operasional dan K3 yang ditetapkan perusahaan.
Melalui kunjungan langsung ke Terminal Semen Siawung dan Terminal Semen Bali, Indocement menegaskan bahwa setiap fasilitas operasional, di mana pun lokasinya, memiliki standar keselamatan yang sama dengan fasilitas produksi utama.
Kehadiran Direksi di lapangan juga memperkuat komitmen Indocement dalam membangun budaya keselamatan yang saling bergantung atau interdependent safety culture. Dalam budaya tersebut, setiap pekerja tidak hanya bertanggung jawab terhadap keselamatan dirinya, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga keselamatan rekan kerja. Dengan demikian, penerapan K3 menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya Indocement menjaga kelancaran operasional dan mencapai nihil bahaya atau zero harm.





