altimage
INTP:IJ Rp. 20.050 altimage 0,75%
20-Nov-2017 16:57
altimage
INTP:IJ Rp. 20050 altimage 0.75%
20-Nov-2017 16:57

CSR Bidang Lingkungan

Beberapa program CSR Indocement bidang lingkungan yang mengalami kemajuan berkat bantuan local hero
antara lain:
• Kawasan wisata pemandian air panas Banyu Panas yang berlokasi di Kompleks Pabrik Palimanan, Cirebon, Jawa Barat;
• Pemanfaatan lahan hijau dan pengolahan sampah yang dikelola kelompok Sabilulungan di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung; dan
• Pelestarian kawasan hutan mangrove di Desa Langadai, Kabupaten Kotabaru - Kalimantan Selatan, yang sudah dijadikan pusat kunjungan bagi masyarakat domestik maupun internasional.

Kawasan Hutan Mangrove Desa Langadai
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup yang diperingati setiap tanggal 5 Juni dan sebagai bentuk keseriusan Perseroan dalam turut serta menjaga dan melestarikan keseimbangan lingkungan, pada 28 Mei 2015 Indocement Pabrik Tarjun melakukan penanaman kembali di kawasan hutan mangrove binaan Perseroan di Desa Langadai, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Penanaman mangrove ini merupakan kegiatan tahun ke-7 yang dilakukan oleh Indocement, sebagai tindak lanjut dari program penanaman tahun-tahun sebelumnya. Sebelumnya pada 2014 Indocement juga menanam 10.000 batang bibit mangrove jenis bakau Rhizophora SP di sekitar area Perseroan.

Ada tiga jenis bibit pohon yang ditanam pada kawasan hutan mangrove, yakni, bakau (Rhizophora SP), apiapi (avicennia marina), dan langadai. Perseroan mempersiapkan 3.000 batang bibit untuk ditanam di kawasan hutan mangrove, sisanya ditanam masyarakat. Luas hutan mangrove yang rencananya ditanami kembali sekitar 24 hektar di sekitar Desa Langadai, yang lokasinya di sekitar perusahaan Indocement Tarjun. Selain memperbaiki kawasan hutan yang rusak, penanaman tersebut sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan kembali biota yang ada di dalam kawasan mangrove yang sempat hilang, serta menjadi salah satu obyek wisata alam di daerah. Indocement ingin menciptakan sebuah kawasan terpadu hutan wisata mangrove bernilai tambah bagi masyarakat Desa Langadai dan Kotabaru sehingga bisa menjadi contoh daerah lain.

Penanaman bibit mangrove di kawasan hutan mangrove Desa Langadai juga dilakukan kembali pada 26 September 2015, dimana Indocement mengajak karyawan, warga Desa dan wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Program CSR Bidang Lingkungan dalam Lingkup Internasional

Proyek Mekanisme Pembangunan Bersih
Dalam menjalankan usahanya, Indocement terus fokus pada pembangunan berkelanjutan melalui komitmen untuk mengurangi emisi karbon dioksida dari proses pabrikasi semen. Indocement adalah perusahaan pertama di Asia Tenggara yang menerima Certified Emission Reductions (CER) dalam kerangka Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM).

Perseroan telah menyetujui untuk melakukan proyek yang diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.
Proyek ini terdiri dari dua komponen:
1. Memperkenalkan semen tipe baru dengan menggunakan lebih banyak bahan aditif/tambahan (Proyek Semen Campuran)
2. Menggunakan bahan bakar alternatif untuk pembakaran di mesin kiln (Proyek Bahan Bakar Alternatif).

Untuk periode 2005 - 2010, UNFCCC telah menerbitkan 3.125.933 CER kepada Indocement. Perseroan sedang menunggu verifikasi untuk penerbitan 6.317.170 CERs untuk periode 2011–2014.

Quarry Life Award
Quarry Life Award (QLA) merupakan kontes internasional ilmiah dan pendidikan dua tahunan yang diperkenalkan oleh HeidelbergCement pertama kalinya pada 2012. Peneliti, mahasiswa dan sarjana diundang untuk melakukan proyek penelitian di tambang milik HeidelbergCement di seluruh dunia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang nilai biologis situs pertambangan dan berkontribusi untuk lebih meningkatkannya.

QLA membuka kesempatan unik untuk menambah nilai ekologis dan pendidikan nyata untuk lingkungan pertambangan dan mencakup empat topik utama:
1. Penemuan keanekaragaman hayati di situs pertambangan;
2. Mempromosikan keanekaragaman hayati dan rehabilitasi;
3. Mengembangkan keanekaragaman hayati dan pendidikan;
4. Mengoptimalkan nilai keanekaragaman hayati tambang selama berlangsungnya penambangan. 

Pada 2015, HeidelbergCement meluncurkan QLA internasional ke-3 yang akan diselenggarakan di tahun 2016. Dalam QLA internasional ke-3 ini para kontestan diminta untuk melakukan proyek mengenai salah satu topik berikut:
1. Penelitian mengenai habitat dan spesies
2. Manajemen keanekaragaman hayati
3. Pendidikan dan peningkatan kesadaran
4. Di luar batas kawasan tambang
5. Student class project

Lima ide proyek terbaik di masing-masing negara akan dipilih untuk memasuki tahap kerja lapangan berdasarkan aspek inovasi, kelayakan, nilai tambah, keterlibatan pemangku kepentingan dan pendidikan. Kontestan yang ingin berpartisipasi harus terdaftar sebelum 1 Maret 2016.

Program CSR Bidang Lingkungan dalam Lingkup Nasional

Gerakan Lima Juta Lubang Biopori
Indocement turut berpartisipasi dalam “Gerakan Lima Juta Lubang Biopori” yang digagas oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor dengan Harian Radar Bogor Kegiatan yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Bumi tanggal 22 April 2015 ini dilaksanakan secara serentak di beberapa titik di Kabupaten Bogor. Indocement dipilih sebagai salah satu titik lokasi aksi karena telah menjalankan program yang sama dan juga program kepedulian terhadap lingkungan lainnya yang sudah dijalankan selama ini.

“Gerakan Lima Juta Lubang Biopori” digalakkan sebagai bentuk pengetahuan kepada masyarakat agar mencintai lingkungannya. Sesuai dengan fungsinya, biopori bukan hanya untuk resapan air saja, namun juga untuk memperbaiki kondisi ekosistem tanah yang dapat menghidupi keanekaragaman hayati (biodiversitas tanah).

Di lokasi Indocement, program dipusatkan di Desa Hambalang dan juga di sekolah-sekolah dibawah naungan Yayasan Indocement (Yasmen). Kegiatan di Desa Hambalang melibatkan sejumlah aparatur pemerintahan Kecamatan Citeureup dan juga masyarakatnya. Kegiatan di sekolah-sekolah Yasmen melibatkan siswa-siswi yang ditanamkan motivasi untuk mencintai lingkungan sedari dini.

Program Kampung Iklim (Proklim)
Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan program yang digalakkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup kepada masyarakat melalui pemerintahan Desa, yang bertujuan untuk mencegah terjadinya dampak perubahan iklim secara drastis, antara lain kelaparan, kekeringan, dan kesulitan air bersih. Dalam verifikasi kelengkapan kriteria Proklim, terdapat beberapa hal yang menuntut masyarakat dapat menanggulangi permasalahan tersebut, seperti memperkuat ketahanan pangan dan penyediaan air bersih dengan cara penanaman tanaman verticulture dan pembuatan lubang biopori.

Indocement turut berpartisipasi dalam Proklim dengan menerapkannya di tiga desa binaan yaitu Desa Gunungsari, Desa Tajur dan Desa Bantarjati, sebagai awal dari rencana pengembangan program proklim bagi desa binaan lainnya. Program ini antara lain berupa pelatihan seperti penanaman beras merah melalui media ember, sistem pertanian organik, dan pengelolaan sampah hingga memiliki nilai ekonomis. Selain itu, Indocement juga memberikan bantuan seperti bibit tanaman, polybag dan rumah bibit.

Sebagai hasil upayanya, setiap desa menerima sebuah plakat dari Kementrian Lingkungan Hidup memalui Badan Lingkungan Hidup, Bogor. Namun, yang paling penting Proklim telah membantu memberikan pengetahuan berharga bagi desa tersebut.

Keikutsertaan dalam Proklim, merupakan salah satu tahap dalam mencapai Proklim tingkat nasional. Setelah melalui tahapan ini, selanjutnya ketiga Desa tersebut akan melakukan serangkaian tahap verifikasi lanjutan dalam kurun waktu dua tahun ke depan, yang apabila memenuhi kriteria akan didaulat menjadi nominasi Proklim tingkat nasional dan mendapatkan trophy dari Presiden Republik Indonesia. Selain itu, dengan mendapatkan penghargaan tersebut, Desa Proklim diharapkan dapat menjadi percontohan dan pusat studi bagi pemerintah tingkat kabupaten maupun nasional.

Program Sekolah Adiwiyata
Sekolah Adiwiyata merupakan program kerjasama antara Departemen Pendidikan Nasional dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang dimulai pada tahun 1996. Program ini berfokus kepada pengembangan dan pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup.

Tujuan dari program ini adalah untuk menciptakan warga sekolah, khususnya peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki karakter bangsa terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di daerah.

Sekolah-sekolah dilingkungan desa binaan Indocement di dorong untuk mengikuti program tersebut.

Pada tahun 2015, dua sekolah mitra binaan Indocement berhasil mendapatkan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional. Sekolah-sekolah tersebut adalah SMP Bantarjati Yasmen, Desa Bantarjati, Kec. Klapanunggal Kab. Bogor dan SMPN 01 Gempol Kec, Palimanan Barat, Cirebon Penghargaan ini diberikan atas komitmen sekolah dalam pengelolaan lingkungan hidup di lingkungan sekolah dan sekitarnya yang dilaksanakan secara berkelanjutan. 

Hari Lingkungan Hidup
Indocement menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati pada 5 Juni setiap tahunnya. Pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini dipusatkan di wilayah operasional Indocement Pabrik Citeureup dan meliputi antara lain:
1. Penanaman 1.500 bibit pohon;
2. Pembuatan lubang biopori di area Gunung Putri
Access Road (GPAR);
3. Pelepasan burung liar ke alam bebas;
4. Penebaran benih ikan di Setu Gunung Putri; dan
5. Pembersihan sampah di area Kali Cileungsi.

Penghargaan yang diterima Indocement untuk program lingkungan hidup.

42 Tahun Membangun Indonesia KOKOH