altimage
INTP:IJ Rp. 19.900 altimage 2,05%
17-Nov-2017 17:17
altimage
INTP:IJ Rp. 19900 altimage 2.05%
17-Nov-2017 17:17

Komite Audit

Tugas Pokok

Komite Audit Indocement dibentuk dengan tujuan utama untuk membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tanggung jawab pengawasan atas proses pelaporan keuangan, sistem pengendalian internal, proses audit, implementasi GCG dan proses pemantauan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan di Perseroan. Komite Audit bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris dan menjalankan fungsinya sesuai dengan peraturan dan instruksi yang diterima dari Dewan Komisaris.

Acuan Hukum

Komite Audit Indocement dibentuk dengan mengacu pada:
(1) Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep- 643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 dan Lampiran Peraturan No. IX.1.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.
(2) Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-0001/BEI/01/2014 tanggal 20 Januari 2014 juncto Peraturan OJK No 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pelaksanaan Kerja Komite Audit.

Komite Audit Indocement pertama kali dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 011/Kpts/Kom/ITP/XII/2001 tanggal 6 Desember 2001 tentang penunjukan Komite Audit. 

Piagam Komite Audit

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Komite Audit mengacu pada Piagam Komite Audit yang berisi pedoman kerja yang dengan jelas mendefinisikan tugas, tanggung jawab dan lingkup pekerjaan dalam melaksanakan tugasnya secara transparan, kompeten, obyektif dan independen. 

Piagam Komite Audit Perseroan telah diperbaharui sesuai dengan Peraturan No. IX.I.5 lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-643/BL/2012 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. 

Cakupan yang diatur dalam Piagam Komite Audit antara lain adalah sebagai berikut:
- Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit
- Wewenang Komite Audit
- Keanggotaan Komite Audit
- Ketua Komite Audit
- Masa Jabatan Komite Audit
- Rapat Komite Audit
- Laporan Komite Audit

Tugas dan Tanggung Jawab

Komite Audit memberikan pendapat yang profesional dan independen kepada Dewan Komisaris terkait dengan laporan dan hal-hal lain yang disampaikan oleh Direksi. Berdasarkan Piagam Komite Audit, tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai berikut:
1. Mengkaji dan mendiskusikan dengan manajemen dan auditor independen tentang draft laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dan laporan keuangan triwulanan dan informasi keuangan lainnya yang akan diterbitkan.
2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan auditor independen untuk memeriksa dan mengawasi rekening serta laporan keuangan Perseroan dengan mempertimbangkan lingkup independensi audit dan biaya. Ketua Komite terlebih dahulu harus menyetujui jasa non-audit tertentu yang diberikan oleh auditor independen kepada Perseroan sesuai dengan peraturan OJK.
3. Mendiskusikan dengan manajemen dan auditor independen setiap masalah audit dan tanggapan manajemen, termasuk memberikan pendapat yang independen dalam hal ada terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan auditor independen.
4. Mendiskusikan dengan manajemen dan auditor independen praktik-praktik penilaian dan manajemen risiko serta hasil penilaian auditor independen atas transaksi yang mengandung benturan kepentingan dan transaksi dengan pihak terkait, serta memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai potensi terjadinya transaksi benturan kepentingan berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Direktur Keuangan, Internal Audit, atau Auditor Independen.
5. Mengawasi  sistem pengendalian internal Perseroan dengan meninjau ruang lingkup Internal Audit dan hasil kajian auditor independen atas pengendalian internal, temuan dan rekomendasi yang signifikan bersama dengan tanggapan manajemen.
6. Mengawasi kegiatan pelaporan keuangan Perseroan, termasuk laporan tahunan,   prinsip-prinsip akuntansi serta perubahan akuntansi yang signifikan dan keputusan akuntansi utama yang mempengaruhi laporan keuangan Perseroan. 
7. Menelaah fungsi Internal Audit, yang meliputi:
    a. Tujuan, kewenangan dan alur pelaporan di dalam organisasi;
    b. Rencana audit tahunan, dan susunan kepegawaian, dan
    c. Temuan audit, tanggapan dan tindaklanjut manajemen.
8. Memperoleh informasi dan mengkaji independensi perusahaan audit dan masalah material yang diangkat oleh auditor independen, sedikitnya setahun sekali.
9. Meninjau hal-hal yang berkaitan dengan proses dan program kepatuhan dan secara umum bersama penasihat umum dan kepatuhan Perseroan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
10. Bekerja sama dengan Sekretaris Perseroan dan mengawasi penanganan keluhan atas proses pelaporan akuntansi dan keuangan, seperti di bawah ini:
    a. Keluhan yang berkaitan dengan akuntansi Perseroan dan hal-hal berkenaan akuntansi atau pembukuan yang dipertanyakan harus dilaporkan kepada komite.
    b. Komite akan mengawasi prosedur untuk penerimaan, penyimpanan dan penanganan pengaduan tentang hal-hal yang berkenaan dengan akuntansi, kontrol akuntansi internal, atau masalah audit.
11. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perusahaan.

Kewenangan Komite Audit

Komite mempunyai wewenang untuk meninjau atau mengawasi hal-hal dalam ruang lingkup tanggung jawabnya, mengakses dokumen, data dan informasi Perseroan, berkomunikasi langsung dengan setiap karyawan, termasuk Direksi, auditor internal, auditor independen dan pihak terkait dan mendapatkan nasihat dari auditor eksternal atau ahli lainnya apabila diperlukan.

Keanggotaan Komite Audit

Komite Audit Indocement beranggotakan tiga orang, yang terdiri dari seorang Ketua yang juga adalah Komisaris Independen dan dua orang anggota yang semuanya merupakan pihak independen.
 
Susunan Komite Audit Indocement per 31 Desember 2016 adalah sebagai berikut:

Profil Anggota Komite Audit

I Nyoman Tjager
Ketua Komite Audit

Warga negara Indonesia, usia 66 tahun, adalah Ketua Komite Audit sejak 6 Desember 2001 berdasarkan surat keputusan Dewan Komisaris No. 011/Kpts/Kom/ ITP/XII/2001. Beliau juga adalah Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen Perseroan. Latar belakang pendidikan beliau adalah gelar Master bidang Ekonomi pada 1987 dari Fordham University, New York, Amerika Serikat serta gelar Doktor dalam Ilmu Hukum pada 2003 dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia dan gelar Sarjana Hukum bidang Hukum Dagang pada 1976 dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia.

Lindawati Gani
Anggota Komite Audit

Warga negara Indonesia berusia 54 tahun, adalah anggota Komite Audit Indocement sejak 14 Mei 2013 berdasarkan surat keputusan Dewan Komisaris Indocement No. 003/Kpts/Kom/ITP/XII/2013. Beliau merupakan Guru Besar Akuntansi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia. Beliau juga merupakan anggota Senat Akademik Universitas Indonesia, Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN - IAI), Technical Advisor International Accounting Education Standard Board (IAESB) International Federation of Accountants (IFAC), anggota Dewan ASEAN Federation of Accountants (AFA), anggota Komite Profesi Akuntan Publik (KPAP), Wakil Ketua Dewan Pengurus di Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) serta anggota Research Panel di Centre of Excellence Southeast Asia, Chartered Institute of Management Accountant (CIMA). Beliau memegang gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari Universitas Indonesia pada 2002.

Jusuf Halim
Anggota Komite Audit

Warga negara Indonesia, usia 60 tahun, adalah anggota Komite Audit Indocement sejak 14 Mei 2013 berdasarkan surat keputusan Dewan Komisaris Indocement No. 003/Kpts/Kom/ITP/XII/2013. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai akuntan publik selama 23 tahun, Ketua Komite Standar Akuntansi Keuangan (1994-1998) dan Ketua Dewan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (2003-2006). Beliau memperoleh gelar Sarjana Akuntansi (1982), Magister Hukum Bisnis (2003) dan Doctor of Philosophy (Ph.D) dalam Manajemen Stratejik (2009) dari Universitas Indonesia. Beliau juga menjadi anggota Komite Audit di beberapa perusahaan publik dan memegang beberapa posisi di asosiasi profesional, antara lain sebagai anggota Dewan Penasihat Ikatan Akuntan Indonesia (2014-2018), anggota Dewan Kehormatan Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI) (2013-2016), dan dosen di Program Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.

Masa Jabatan Anggota Komite Audit

Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris untuk jangka waktu tiga tahun sejak penunjukan dan dapat diangkat kembali untuk satu periode berikutnya. Masa jabatan anggota Komite Audit tidak boleh melebihi masa jabatan Dewan Komisaris. 

Independensi dan Persyaratan Anggota Komite Audit

Seluruh anggota Komite Audit Indocement adalah pihak independen yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, Dewan Komisaris, Direksi, pemegang saham pengendali, auditor eksternal dan penasihat hukum Perseroan serta tidak memiliki saham di Perseroan, baik  langsung maupun tidak langsung, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

Rapat Komite Audit

Komite Audit melakukan empat kali rapat selama 2016. Dalam setiap sesi rapat, tingkat kehadiran anggota Komite Audit mencapai 92%. Kehadiran dalam Rapat Komite Audit selama periode berjalan adalah sebagai berikut:

Mata Acara Rapat Komite Audit 2016 adalah sebagai berikut:

Laporan Pelaksanaan Program Kerja Komite Audit 2016 
Fungsi utama Komite Audit adalah untuk membantu Dewan Komisaris dalam memenuhi tugas pengawasan. Untuk  memenuhi  tanggung  jawab,  Komite  Audit mengadakan rapat terjadwal dengan Direktur Keuangan, Internal Audit dan Auditor Eksternal.

Selama 2016, Komite Audit melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Mengkaji laporan keuangan dan masalah keuangan dengan Direktur Keuangan untuk memastikan proses pelaporan keuangan yang transparan dan aplikasi yang sesuai dari standar akuntansi;
2. Mengkaji bersama Internal Audit rencana audit dan pendekatan berbasis risiko untuk memastikan kecukupan dan efektivitas sistem pengendalian internal;
3. Membahas temuan audit yang signifikan dengan Internal Audit dan memantau tindak lanjut dari rekomendasi Internal Audit dan Auditor Eksternal;
4. Mengkaji dengan Auditor Eksternal rencana audit dan temuan audit untuk memastikan proses audit yang objektif dan independen;
5. Melaporkan secara berkala kepada Dewan Komisaris, kegiatan Komite Audit, rekomendasi, dan hal lain yang membutuhkan perhatian Dewan Komisaris.

42 Tahun Membangun Indonesia KOKOH