altimage
INTP:IJ Rp. 20.050 altimage 0,75%
20-Nov-2017 16:57
altimage
INTP:IJ Rp. 20050 altimage 0.75%
20-Nov-2017 16:57

Fungsi Kepatuhan

Fungsi Kepatuhan Indocement merupakan salah satu pendorong utama dalam rangka tercapainya kinerja Perseroan. Fungsi ini memantau kebijakan, ketentuan, dan kegiatan Indocement, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Melalui program kepatuhan yang terencana dan terpadu, Indocement berkomitmen untuk mengembangkan budaya kepatuhan, dan terus menjaga efektivitas upaya pengelolaan resiko.

Struktur Organisasi Unit Kepatuhan
Fungsi Kepatuhan di Indocement berada di bawah Sekretaris Perseroan.

Berdasarkan kode etik Indocement, setiap manajer lini harus memahami dan mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Kode Etik
Indocement memiliki kode etik yang berlaku sejak tahun 2003 yang diperbaharui jika diperlukan. Kode etik ini disosialisasikan dan ditandatangani oleh seluruh karyawan Indocement untuk dipatuhi dan dilaksanakan.

Panduan 
Selain kode etik, Perseroan juga memiliki panduan tertentu yang dianggap perlu untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh karyawan, antara lain:
• Panduan Anti Korupsi
• Panduan Anti Monopoli
• Panduan terhadap Sanksi Perdagangan
• Panduan terhadap Penggunaan Media Sosial

Program Kepatuhan 2015
Dalam rangka mengelola risiko kepatuhan, selama 2015 Indocement melakukan pelatihan di bidang kepatuhan, mengkaji dan mensosialisasikan tata tertib dan peraturan baru serta beberapa program terkait hukum.

Manajemen Resiko

Kondisi eksternal dan internal dapat mempengaruhi perkembangan kegiatan usaha Perseroan serta meningkatkan kompleksitas tingkat risiko yang dihadapi oleh Perseroan. Semakin kompleksnya risiko perlu diimbangi dengan penerapan manajemen risiko yang meliputi identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko. Manajemen Risiko adalah serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan Risiko yang timbul dari kegiatan usaha Perseroan. 

Sistem Manajemen Risiko
Perseroan berkomitmen untuk mengimplementasikan manajemen risiko untuk berbagai jenis risiko seperti risiko operasi, risiko keuangan, risiko strategi, serta risiko keselamatan, kesehatan, dan lingkungan. 

Pengendalian terhadap risiko dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko-risiko utama yang dihadapi Perseroan, menyusun strategi dan pengendalian mitigasi untuk mengelola risiko, serta mengukur tingkat risiko lanjutan setelah pengendalian risiko dilakukan.

Dalam menjalankan operasi Perseroan, risiko-risiko diatur secara seksama untuk menghindari potensi kerugian Perseroan.

Perseroan juga senantiasa mengingatkan karyawanya mengenai kesadaran risiko agar mereka dapat berkontribusi dalam manajemen risiko dan memberikan masukan penting dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, manajemen beserta seluruh karyawan berkomitmen untuk mengimplementasikan manajemen risiko. 

Pengelolaan Manajemen Risiko ditangani oleh Internal Audit Division. 

Evaluasi atas Efektivitas Sistem Manajemen Risiko
Dewan Komisaris Indocement memiliki kewajiban untuk mengawasi kegiataan pengelolaan risiko yang dilakukan Perseroan dan melakukan penilaian secara berkala dan evaluasi atas efektivitas pengendalian manajemen risiko serta memberikan rekomendasi jika dianggap perlu. Namun, kewenangan atas pelaksanaan dan pengelolaan kerangka kerja Manajemen Risiko telah diberikan kepada Direksi dan Internal Audit Division sebagai penanggung jawab pengelolaan manajemen risiko di Indocement.

Manajemen risiko telah berkontribusi positif dalam proses perencanaan, pengambilan keputusan, dan penguatan penerapan GCG di Indocement. Sistem manajemen risiko yang diterapkan Perseroan mampu meminimalisasi atau menekan kemungkinan risiko yang akan terjadi.

Penerapan sistem manajemen risiko yang komprehensif, memungkinkan Perseroan secara efektif mengelola risiko sehingga dapat memperhitungkan portofolio risiko dan melakukan tindakan-tindakan preventif serta untuk memaksimalkan pencapaian laba.

Identifikasi Risiko dan Upaya Pengelolaan Risiko
Perseroan senantiasa mengevaluasi lingkungan usahanya untuk dapat mengidentifikasi dan mengukur tingkat risiko yang dihadapi. Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang persemenan, Indocement menggolongkan risiko-risiko yang dihadapinya sebagai berikut:

a. Risiko Pasar
    Risiko pasar adalah risiko dimana nilai wajar dari arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan harga pasar. Kegiatan Perseroan dipengaruhi oleh risiko pasar, terutama risiko mata uang asing dan risiko harga komoditas.

b. Risiko Mata Uang Asing
    Risiko mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan dari nilai tukar mata uang asing. Pengaruh dari risiko perubahan nilai tukar mata uang asing terutama berhubungan dengan aktivitas Perseroan ketika sebagian biaya terjadi bukan dalam Rupiah. terutama dolar Amerika Serikat. Untuk meminimalkan risiko yang timbul dari fluktuasi mata uang asing, Perseroan telah mengambil sikap untuk membeli kebutuhan mata uangnya di muka saat dipandang menguntungkan. Strategi ini tergantung pada proyeksi pasar saat ini dan masa depan.

c. Risiko Harga Komoditas
    Risiko harga komoditas terutama timbul sebagai dampak dari pembelian gypsum, batu bara dan bahan bakar lainnya. Risiko tersebut secara langsung dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas, nilai tukar mata uang asing serta tingkat permintaan dan penawaran di pasar. Untuk meminimalkan risiko harga komoditas, Perseroan menjaga persediaan gypsum, batu bara dan bahan bakar lainnya untuk produksi yang berkelanjutan.

d. Risiko Kredit
    Risiko kredit adalah risiko yang akan timbul apabila Perseroan mengalami kerugian sebagai akibat dari pelanggan atau counterparty yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha dari para pelanggan sehubungan dengan penjualan produk semen dan RMC. Untuk mengurangi risiko ini, Perseroan mempunyai kebijakan untuk memastikan penjualan produk hanya dilakukan kepada pelanggan yang dapat dipercaya.

Risiko kredit juga dapat muncul melalui kerugian akibat dari kegagalan bank Perseroan dan kehilangan simpanannya. Perseroan meminimalkan risiko kredit atas kas di bank dan setara kas dengan memilih bank bereputasi baik untuk penempatan dananya.

e. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang mungkin terjadi jika Perseroan tidak mampu membiayai belanja modal dan melunasi hutang yang jatuh tempo. Perseroan mengelola likuiditasnya untuk dapat membiayai pengeluaran modalnya dan membayar utang yang jatuh tempo dengan menjaga kecukupan kas dan setara kas, serta ketersediaan pendanaan melalui analisa proyeksi keuangan yang dilakukan pada awal tahun.

f. Risiko Keselamatan
Risiko keselamatan adalah risiko yang mungkin terjadi jika karyawan Perseroan terluka atau menderita karena kesehatannya terganggu sehingga tidak dapat melanjutkan pekerjaanya. Perseroan mengelola risiko keamanan melalui penerapan standar keamanan yang ketat, pelatihan keselamatan, pemantauan yang terus menerus serta menindaklanjuti insiden yang mungkin terjadi. Statistik lost time dijaga dan diawasi secara ketat. Komite Keselamatan pada tingkat manajemen puncak yang mengawasi ranah tersebut. Program kesadaran keamanan terkait saat ini telah diluncurkan dengan melibatkan semua karyawan, kontraktor dan masyarakat di sekitar pabrik milik Perseroan.

42 Tahun Membangun Indonesia KOKOH