Happy Eid Mubarak 1431H, Minal Aidin Wal Faidzin...Indocement 35th Anniversary, August, 2010...Indocement is the first company in South-East Asia to have received a CER on its own CDM project under the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC)...Indocement (Citeureup factory) has been given an award as a company that managed to reach the highest rank, namely Gold Rating for PROPER 2008-2009, while Indocement (Palimanan factory) has been given Green Rating...Indocement shares (INTP) were traded (07/09) at Rp18.400/share, decrease Rp200 (-1.08%)...Indocement distributes 27 tons of rice (Pakuan Raya 1 September 2010)...Indocement market expands 11.5% (Media Indonesia.com 31 August 2010 14:12 WIB)...Indocement breaks fast together with 600 residents (Jurnal Bogor, 27 August 2010...6 mosques receive assistance from PT ITP (Kabar Banten, 20 August 2010...Indocement Receives 2 Awards at Indonesia Green Awards 2010...Indocement Reaches the First Place at SGS Annual Award...Stronger domestic demand boost Indocement first half profit (Tempo Interactive 30 July 2010 18:07 WIB)...Indocement initiates clean up campaign (Antara 31 July 2010)...Celebrating its 35th anniversary, Indocement inaugurates its Sanitation Service Unit and Arts & Culture House at Indocement’s Citeureup factory in Gunungsari village - Radar Bogor (24/7), Jurnal Bogor (25/7)...To celebrate Indonesia’s 35th Independence Day, Indocement organizes a creativity competition for elementary school students from 12 villages in the surrounding communities Citeureup Factory - Pakuan Raya (24/07)...Indocement was awarded "Indonesia Best Public Companies 2010" from SWA Magazine & Stern Steward & Co. Management Consultant...Indocement Citeureup Factory trains 60 Public Protection (Linmas) officers from 12 cultivated village, Radar Bogor (21/07)... English 
halaman utama > produksi
Proses Produksi

Produksi semen membutuhkan bahan baku yang bersifat kering, proporsional, dan homogen sebelum ditransfer ke dalam tanur pembakaran. Hasil pencampuran ini dikenal dengan nama klinker, yang kemudian dihaluskan dengan campuran gipsum di dalam penggilingan semen untuk menghasilkan OPC atau dicampur dengan bahan aditif lainnya untuk menghasilkan tipe semen yang lain. Rata-rata, sekitar 960 kg klinker menghasilkan satu ton OPC.

Diagram berikut menunjukkan proses produksi semen menggunakan sistem proses basah.

Penambangan

Bahan baku utama yang digunakan dalam memproduksi semen adalah batu kapur, pasir silika, tanah liat, pasir besi dan gipsum. Batu kapur, tanah liat dan pasir silika di tambang dengan cara pengeboran dan peledakan dan kemudian dibawa ke mesin penggiling yang berlokasi tidak jauh dari tambang. Bahan yang telah digiling kemudian dikirim melalui ban berjalan atau dengan menggunakan truk.

Dalam sistem proses basah, bahan baku dimasukkan ke dalam tanur dengan wujud aslinya yang masih basah, sehingga membutuhkan konsumsi panas yang relatif tinggi. Dalam sistem proses kering, bahan baku telah dikeringkan dan dimasukkan ke tanur dalam bentuk bubuk. Ini memberikan keuntungan sehingga digunakan oleh produsen semen saat ini. Indocement menggunakan proses tanur kering, yang mengkonsumsi panas lebih sedikit dan lebih efisien dibandingkan proses tanur basah.

Pengeringan dan Penggilingan

Semua bahan yang sudah dihancurkan dikeringkan di dalam pengering yang berputar untuk mencegah pemborosan panas. Kadar air dari material tersebut menjadi turun sesuai dengan kontrol kualitas yang telah ditentukan sesuai standar yang telah ditetapkan. Setelah disimpan di Raw Mill Feed Bins, campuran material yang telah mengikuti standar dimasukkan ke dalam penggilingan. Dalam proses penggilingan ini, pengambilan contoh dilakukan setiap satu jam untuk diperiksa agar komposisi masing-masing material tetap konstan dan sesuai dengan standar. Setelah itu tepung yang telah bercampur itu dikirimkan ke tempat penyimpanan.

Pembakaran dan Pendinginan

Dari tempat penyimpanan hasil campuran yang telah digiling, material yang telah halus itu dikirim ke tempat pembakaran yang berputar dan bertemperatur sangat tinggi sampai menjadi klinker. Setelah klinker ini didinginkan, dikirim ke tempat penyimpanan. Selama proses ini berlangsung, peralatan yang canggih digunakan untuk memantau proses pembakaran yang diawasi secara terus menerus dari Pusat Pengendalian. Bahan bakar yang dipergunakan adalah batu bara, kecuali untuk semen putih dan oil well cement digunakan gas alam.

Penggilingan Akhir

Klinker yang sudah didinginkan kemudian dicampur dengan gips yang masih diimpor, kemudian digiling untuk menjadi semen. Penggilingan ini dilaksanakan dengan sistem close circuit untuk menjaga efisiensi serta mutu yang tinggi. Semen yang telah siap untuk dipasarkan ini kemudian dipompa ke dalam tangki penyimpanan.

Pengantongan

Dari silo tempat penampungan, semen dipindahkan ke tempat pengantongan untuk kantong maupun curah. Pengepakan menjadi efisien dengan menggunakan mesin pembungkus dengan kecepatan tinggi. Kantong-kantong yang telah terisi dengan otomatis ditimbang dan dijahit untuk kemudian dimuat ke truk melalui ban berjalan. Sedangkan semen curah dimuat ke lori khusus untuk diangkut ke tempat penampungan di pabrik, atau langsung diangkut ke Tanjung Priok untuk disimpan atau langsung dikapalkan.