Indocement Awards 2010 is started ! For more information please visit www.indocementawards.com...Indocement is the first company in South-East Asia to have received a CER on its own CDM project under the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC)...Indocement (Citeureup factory) has been given an award as a company that managed to reach the highest rank, namely Gold Rating for PROPER 2008-2009, while Indocement (Palimanan factory) has been given Green Rating...Indocement shares (INTP) were traded (30/07) at Rp16.900/share, increase Rp50 (0.30%)...Celebrating its 35th anniversary, Indocement inaugurates its Sanitation Service Unit and Arts & Culture House at Indocement’s Citeureup factory in Gunungsari village - Radar Bogor (24/7), Jurnal Bogor (25/7)...To celebrate Indonesia’s 35th Independence Day, Indocement organizes a creativity competition for elementary school students from 12 villages in the surrounding communities Citeureup Factory - Pakuan Raya (24/07)...Indocement was awarded "Indonesia Best Public Companies 2010" from SWA Magazine & Stern Steward & Co. Management Consultant...Indocement Citeureup Factory trains 60 Public Protection (Linmas) officers from 12 cultivated village, Radar Bogor (21/07)...Indocement paves Tajur and Hambalang village road with concrete cement, Jurnal Bogor, Pakuan Raya & Radar Bogor (01/07)...Semen Tiga Road received the Most Reader’s Choice as its brand is already well known in Indonesia (Idea House Award 2010) - Tabloid Rumah (29/06)...Indocement for the fifth time since 2006, was awarded the IMAC Award ("Indonesia's Most Admired Company Award")...Indocement was awarded the Business Record (ReBi) for the category of pioneer of integrated loyalty program in cement industry....Indocement has succeeded to maintain the Certificate and Gold Flag for its three factories based on audit result of SMK3...Villagers training in masonry, Jurnal Bogor (25/06)...Indocement holds sewing classes (Jurnal Bogor 2/6)... English 
halamana utama > lingkungan > mekanisme pembangunan bersih > rencana manajemen lingkungan

Manajemen Lingkungan Pabrik Citeureup

Download the complete Document in PDF format (477 KB)

Ringkasan Eksekutif: 

Pabrik Citeureup mempertahankan akreditasi ISO 14000:1996 Sistem Manajemen Lingkungan untuk mengelola dampak buruk terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat yang disebabkan oleh produksi semen. Perusahaan turut berpartisipasi dalam Program Langit Biru dan Program Proper, yang keduanya digagas oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kondisi lingkungan di Indonesia. Pabrik Citeureup memenuhi komitmen pengembangan pengawasan dan manajemen lingkungan sesuai dengan penilaian terhadap dampak lingkungan pada dokumen Rencana Kelola Lingkungan (RKL) dan Rencana Pengawasan Lingkungan (RPL).

Rencana Kelola Lingkungan terdiri atas beberapa program manajemen lingkungan dan masyarakat yang diterapkan di Pabrik Citeureup. Termasuk juga manajemen respon terhadap perubahan yang berhubungan dengan proyek Mekanisme Pembangunan Bersih.

Pabrik Citeureup yang dioperasikan oleh Indocement, terdiri atas 9 (sembilan) tanur dan menempati lahan seluas 2700 hektar termasuk lahan tambang.
Pabrik ini berlokasi sekitar 45km selatan Jakarta untuk mensuplai kebutuhan semen di Jakarta dan Jawa Barat. Proses produksi semen terdiri atas penambangan bahan baku, penggilingan, pengeringan, tanur pembakaran, pendinginan, penggilingan akhir, pengantongan dan pengiriman. Bahan baku utama adalah batu kapur, tanah liat, pasir silika dan pasir besi.

Proyek Mekanisme Pembangunan Bersih (MPB) terdiri termasuk atas pengenalan bahan aditif untuk penggilingan akhir, dan penggunaan bahan bakar alternatif. Beberapa bahan bakar alternatif yang dipertimbangkan seperti Biomas, ban bekas, oli bekas, plastik, kertas, tekstil, dan lainnya. Penggunaan beberapa jenis bahan bakar ini dimaksudkan untuk keperluan penelitian dan perijinan dari pemerintah.

Emisi gas dan debu diakui sebagai dampak utama terhadap lingkungan pada industri semen. Tantangan sosial muncul dari suatu kebutuhan sejumlah karyawan dan kebutuhan dari area penambangan. Penanganan material menyebabkan peningkatan tekanan pada infrastruktur transportasi setempat. Perubahan proses yang disebabkan proyek MPB mungkin akan dirasakan buruk dan merusak lingkungan.

Garis besar Rencana Kelola Lingkungan adalah serangkaian Rencana Pengawasan dan Mitigasi Dampak yang ditujukan pada lingkungan dan tantangan sosial. Rencana itu terdiri atas:

  • Udara, bising dan getaran
  • Air Permukaan dan Air Tanah
  • Tanah dan Topografi
  • Flora dan Fauna
  • Material Berbahaya/Bekas
  • Keselamatan dan Kesehatan Pekerja
  • Konsultasi masyarakat dan Partisipasi
  • Program Pengembangan Masyarakat:
    • Pendidikan
    • Sosial Budaya
    • Infrastruktur
    • Ekonomi
    • Kesehatan Masyarakat

Implementasi dari Rencana Kelola Lingkungan termasuk dalam ISO 14000 yang berakreditasi Sistem Manajemen Lingkungan Garis besar Sistem Manajemen Lingkungan adalah bertujuan dan berwawasan lingkungan, kebutuhan institusional, kewajiban dan tanggung jawab, begitu juga dengan kebutuhan akan sumber daya manusia dan finansial.

Download the complete Document in PDF format (477 KB)