|
Manajemen Lingkungan Pabrik Citeureup
Download the complete Document in PDF format (477 KB)
Ringkasan Eksekutif:
Pabrik Citeureup mempertahankan akreditasi ISO 14000:1996 Sistem Manajemen Lingkungan untuk mengelola dampak buruk terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat yang disebabkan oleh produksi semen. Perusahaan turut berpartisipasi dalam Program Langit Biru dan Program Proper, yang keduanya digagas oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kondisi lingkungan di Indonesia. Pabrik Citeureup memenuhi komitmen pengembangan pengawasan dan manajemen lingkungan sesuai dengan penilaian terhadap dampak lingkungan pada dokumen Rencana Kelola Lingkungan (RKL) dan Rencana Pengawasan Lingkungan (RPL).
Rencana Kelola Lingkungan terdiri atas beberapa program manajemen lingkungan dan masyarakat yang diterapkan di Pabrik Citeureup. Termasuk juga manajemen respon terhadap perubahan yang berhubungan dengan proyek Mekanisme Pembangunan Bersih.
Pabrik Citeureup yang dioperasikan oleh Indocement, terdiri atas 9 (sembilan) tanur dan menempati lahan seluas 2700 hektar termasuk lahan tambang. Pabrik ini berlokasi sekitar 45km selatan Jakarta untuk mensuplai kebutuhan semen di Jakarta dan Jawa Barat. Proses produksi semen terdiri atas penambangan bahan baku, penggilingan, pengeringan, tanur pembakaran, pendinginan, penggilingan akhir, pengantongan dan pengiriman. Bahan baku utama adalah batu kapur, tanah liat, pasir silika dan pasir besi.
Proyek Mekanisme Pembangunan Bersih (MPB) terdiri termasuk atas pengenalan bahan aditif untuk penggilingan akhir, dan penggunaan bahan bakar alternatif. Beberapa bahan bakar alternatif yang dipertimbangkan seperti Biomas, ban bekas, oli bekas, plastik, kertas, tekstil, dan lainnya. Penggunaan beberapa jenis bahan bakar ini dimaksudkan untuk keperluan penelitian dan perijinan dari pemerintah.
Emisi gas dan debu diakui sebagai dampak utama terhadap lingkungan pada industri semen. Tantangan sosial muncul dari suatu kebutuhan sejumlah karyawan dan kebutuhan dari area penambangan. Penanganan material menyebabkan peningkatan tekanan pada infrastruktur transportasi setempat. Perubahan proses yang disebabkan proyek MPB mungkin akan dirasakan buruk dan merusak lingkungan.
Garis besar Rencana Kelola Lingkungan adalah serangkaian Rencana Pengawasan dan Mitigasi Dampak yang ditujukan pada lingkungan dan tantangan sosial. Rencana itu terdiri atas:
- Udara, bising dan getaran
- Air Permukaan dan Air Tanah
- Tanah dan Topografi
- Flora dan Fauna
- Material Berbahaya/Bekas
- Keselamatan dan Kesehatan Pekerja
- Konsultasi masyarakat dan Partisipasi
- Program Pengembangan Masyarakat:
- Pendidikan
- Sosial Budaya
- Infrastruktur
- Ekonomi
- Kesehatan Masyarakat
Implementasi dari Rencana Kelola Lingkungan termasuk dalam ISO 14000 yang berakreditasi Sistem Manajemen Lingkungan
Garis besar Sistem Manajemen Lingkungan adalah bertujuan dan berwawasan lingkungan, kebutuhan institusional, kewajiban dan tanggung jawab, begitu juga dengan kebutuhan akan sumber daya manusia dan finansial.
Download the complete Document in PDF format (477 KB)
|